3.2 Perangkat Lunak Sistem dan Perangkat Lunak Aplikasi
Perangkat lunak biasanya dibagi menurut fungsinya. Perangkat lunak sistem mengelola komputer itu sendiri dan menyediakan landasan bagi program lain. Perangkat lunak aplikasi mengerjakan tugas yang dibutuhkan pengguna.
Perangkat Lunak Sistem
Bagian terpenting perangkat lunak sistem adalah sistem operasi. Di komputer pribadi, contohnya Windows, macOS, dan Linux. Di ponsel dan tablet, Android dan iOS. Server juga memiliki sistem operasinya sendiri, umumnya Linux atau Windows Server.
Sistem operasi membagi waktu kerja CPU di antara program yang berjalan, mengatur penggunaan RAM, mengelola file di penyimpanan, dan menghubungkan program dengan perangkat seperti keyboard, layar, dan printer. Sistem operasi juga menyediakan antarmuka yang dipakai pengguna, misalnya desktop dan menu.
Pembagian kerja ini membuat pembuat aplikasi tidak perlu tahu apakah komputer pengguna memakai SSD atau HDD, atau printer merek apa. Ketika pengguna menekan tombol Simpan di pengolah kata, aplikasi cukup meminta sistem operasi menyimpan file tersebut. Sistem operasi yang mengurus di mana dan bagaimana file ditulis ke media penyimpanan.
Selain sistem operasi, perangkat lunak sistem mencakup dua kelompok lain:
- Driver, yaitu program yang memungkinkan sistem operasi berkomunikasi dengan perangkat keras tertentu. Itulah sebabnya printer atau pemindai baru kadang harus dipasangi driver lebih dulu sebelum bisa dipakai.
- Program utilitas, yaitu program untuk memelihara dan melindungi komputer, seperti antivirus, program pencadangan (backup), dan program kompresi file.
Perangkat Lunak Aplikasi
Perangkat lunak aplikasi dipakai langsung oleh pengguna untuk menyelesaikan pekerjaan. Sebagian bersifat umum dan dipakai di hampir semua jenis organisasi: pengolah kata, spreadsheet, aplikasi presentasi, email, dan web browser. Sebagian lagi dibuat untuk kebutuhan tertentu: aplikasi kasir (point of sale) di toko, aplikasi akuntansi, aplikasi gudang, aplikasi akademik di perguruan tinggi, atau aplikasi pendaftaran dan rekam medis di rumah sakit.
Di sini perlu hati-hati dengan istilah. Sistem informasi tidak sama dengan teknologinya. Aplikasi akademik adalah perangkat lunak. Sistem informasi akademik lebih luas: mencakup aplikasi itu, tetapi juga mahasiswa, dosen, dan staf yang memakainya, prosedur pengisian dan persetujuan KRS, serta data akademik. Kalimat yang tepat adalah "kampus memakai aplikasi akademik sebagai bagian dari sistem informasi akademiknya", bukan "sistem informasi akademik adalah perangkat lunak aplikasi".
Batas antara perangkat lunak sistem dan aplikasi tidak selalu tegas. Web browser dipakai langsung oleh pengguna sehingga tergolong aplikasi, padahal fungsinya sering menjadi pintu masuk ke aplikasi lain. Sistem manajemen basis data (DBMS) jarang dipakai langsung oleh pengguna akhir; DBMS menyediakan layanan pengelolaan data bagi aplikasi lain, sehingga buku yang berbeda kadang mengelompokkannya secara berbeda. Yang perlu dipegang adalah dasar pembedanya: apakah perangkat lunak itu bekerja untuk mengelola komputer, atau untuk menyelesaikan pekerjaan pengguna.
| Aspek | Perangkat Lunak Sistem | Perangkat Lunak Aplikasi |
|---|---|---|
| Fokus kerja | Mengelola komputer dan menyediakan landasan bagi program lain | Menyelesaikan tugas yang dibutuhkan pengguna |
| Interaksi dengan pengguna | Sebagian besar berjalan di latar belakang | Dipakai langsung oleh pengguna |
| Ketergantungan | Berjalan tanpa memerlukan aplikasi tertentu | Membutuhkan sistem operasi untuk berjalan |
| Contoh | Windows, Android, Linux, driver printer, antivirus | Spreadsheet, aplikasi kasir, aplikasi akuntansi, aplikasi akademik |
Cara Organisasi Memperoleh Perangkat Lunak
Bagi organisasi, pertanyaan yang sering muncul adalah dari mana aplikasi itu didapat. Pilihan ini memengaruhi biaya, waktu, dan seberapa cocok aplikasi dengan cara kerja organisasi.
| Cara | Penjelasan | Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|---|---|
| Paket jadi | Membeli lisensi aplikasi yang sudah tersedia di pasar | Cepat dipakai, biaya awal relatif rendah, sudah diuji banyak pengguna | Organisasi sering harus menyesuaikan prosedurnya dengan aplikasi |
| Dibuat khusus | Dikembangkan oleh tim internal atau vendor sesuai kebutuhan organisasi | Sesuai dengan proses kerja organisasi | Mahal, butuh waktu lama, dan perawatannya menjadi tanggung jawab organisasi |
| Open source | Kode programnya terbuka dan umumnya boleh dipakai tanpa biaya lisensi | Hemat biaya lisensi, bisa dimodifikasi | Tetap butuh biaya dan keahlian untuk memasang, menyesuaikan, dan merawat |
| Berlangganan (SaaS) | Aplikasi dijalankan penyedia dan diakses lewat Internet dengan biaya berlangganan | Tidak perlu server sendiri, mudah untuk mulai | Bergantung pada penyedia dan koneksi Internet |
Sebagai gambaran, sebuah klinik yang ingin mendigitalkan rekam medis bisa membeli aplikasi klinik yang sudah ada, meminta vendor membuatkan aplikasi khusus, memakai aplikasi open source lalu menyesuaikannya, atau berlangganan aplikasi berbasis web. Klinik kecil dengan prosedur standar biasanya cukup dengan paket jadi atau langganan. Rumah sakit dengan alur layanan yang rumit mungkin membutuhkan penyesuaian lebih besar. Menimbang pilihan seperti ini termasuk pekerjaan analis sistem.
Membeli perangkat lunak umumnya berarti membeli lisensi, yaitu izin memakai dengan syarat tertentu, bukan memiliki programnya. Lisensi bisa dihitung per pengguna, per perangkat, atau per tahun. Memakai perangkat lunak berbayar tanpa lisensi yang sah adalah pelanggaran.
Perangkat Lunak di Sisi Klien dan Server
Pembagian klien dan server juga terlihat pada perangkat lunak. Ketika mahasiswa membuka aplikasi akademik kampus dari laptopnya, perangkat lunak yang terlibat tersebar di dua tempat. Di laptop mahasiswa berjalan sistem operasi dan web browser. Aplikasi akademiknya sendiri berjalan di server kampus, bersama sistem operasi server dan DBMS yang menyimpan data nilai dan jadwal. Browser hanya menampilkan halaman yang dikirim server.
Pemahaman ini berguna ketika ada masalah. Jika semua mahasiswa tidak bisa membuka halaman KRS pada saat yang sama, kemungkinan besar masalahnya ada di server atau jaringan, bukan di laptop masing-masing.