Pengantar Sistem Informasi

3.3 Jaringan Komputer dan Internet

Data yang dicatat di satu tempat sering dibutuhkan di tempat lain. Pesanan yang diterima bagian penjualan perlu diketahui gudang; transaksi di kantor cabang perlu sampai ke kantor pusat. Jaringan komputer memungkinkan perpindahan data itu terjadi tanpa memindahkan kertas atau flashdisk.
Study Duration
10 Min

Jaringan komputer adalah sekumpulan perangkat yang saling terhubung sehingga dapat bertukar data dan berbagi sumber daya, seperti printer, file, dan aplikasi.

Komponen dan Cakupan Jaringan

Data dalam jaringan dikirim melalui media transmisi. Kabel tembaga, misalnya kabel UTP, umum dipakai di dalam gedung. Serat optik menyalurkan data dalam bentuk cahaya dan mampu membawa data dalam jumlah sangat besar pada jarak jauh, sehingga dipakai untuk jalur utama antarkota. Media nirkabel memakai gelombang radio, seperti Wi-Fi di dalam gedung dan jaringan seluler 4G atau 5G di luar ruangan.

Dua perangkat jaringan yang paling sering ditemui adalah switch dan router. Switch menghubungkan perangkat-perangkat dalam satu jaringan lokal, misalnya semua komputer di satu lantai kantor. Router menghubungkan jaringan yang berbeda dan menentukan jalur yang ditempuh data menuju jaringan tujuan. Perangkat Wi-Fi di rumah yang biasa disebut "router" sebenarnya menggabungkan beberapa fungsi sekaligus: router, switch, dan titik akses nirkabel.

Berdasarkan cakupannya, dikenal dua istilah utama. Local Area Network (LAN) mencakup area terbatas seperti satu kantor, satu gedung, atau satu kompleks kampus. Wide Area Network (WAN) menghubungkan jaringan di lokasi yang berjauhan, antarkota atau bahkan antarnegara. Jaringan minimarket waralaba adalah contoh WAN: setiap gerai memiliki LAN sendiri, dan data penjualan dari banyak gerai di berbagai kota dikirim ke kantor pusat dan pusat distribusi. Dengan data itu, pengiriman barang ke tiap gerai dapat direncanakan berdasarkan stok yang tersisa.

Model Klien-Server

Sebagian besar sistem informasi organisasi memakai model klien-server. Klien mengirim permintaan (request) melalui jaringan, server memprosesnya, lalu mengirim tanggapan (response). Ketika nasabah membuka aplikasi mobile banking, ponselnya bertindak sebagai klien yang meminta data saldo. Server bank memeriksa identitas nasabah, mengambil data rekening, lalu mengirimkan hasilnya.

Organisasi menaruh data di server, dan tidak di komputer masing-masing pengguna, terutama demi konsistensi. Bayangkan jika setiap kantor cabang bank menyimpan salinan saldo nasabahnya sendiri. Nasabah yang menarik uang di cabang A bisa saja masih tercatat bersaldo penuh di cabang B. Dengan satu sumber data di server, semua klien melihat angka yang sama.

Server juga menjadi tempat pengendalian akses. Terhubung ke jaringan yang sama tidak otomatis membuat seseorang boleh membuka semua data; server memeriksa siapa yang meminta dan apa haknya.

Protokol Komunikasi

Perangkat dari pembuat yang berbeda, dengan sistem operasi yang berbeda, tetap bisa bertukar data karena mengikuti aturan yang sama. Aturan itu disebut protokol: kesepakatan tentang format data, cara mengirim, dan cara memastikan data diterima dengan benar.

Internet berjalan di atas rangkaian protokol TCP/IP. Secara sederhana, data yang dikirim dipecah menjadi potongan kecil yang disebut paket. IP (Internet Protocol) memberi alamat pada setiap perangkat dan mengarahkan paket menuju alamat tujuan; paket-paket dari satu pesan bisa saja menempuh jalur berbeda. TCP (Transmission Control Protocol) memastikan semua paket sampai, meminta pengiriman ulang jika ada yang hilang, lalu menyusunnya kembali sesuai urutan.

Di atas TCP/IP ada protokol lain untuk keperluan tertentu, misalnya HTTP dan HTTPS untuk halaman web. HTTPS mengenkripsi data yang dikirim, sehingga lebih aman untuk login dan transaksi. Pengguna tidak perlu mengatur protokol ini secara langsung, tetapi istilah seperti alamat IP dan HTTPS akan sering ditemui ketika bekerja dengan sistem informasi.

Internet, Web, Intranet, dan Ekstranet

Internet adalah jaringan global yang menghubungkan jaringan-jaringan milik organisasi, penyedia layanan, dan rumah tangga di seluruh dunia, dengan TCP/IP sebagai bahasa bersama. Internet tidak dimiliki satu pihak; setiap jaringan yang tergabung dikelola oleh pemiliknya masing-masing.

Internet sering disamakan dengan web (World Wide Web), padahal keduanya berbeda. Web adalah salah satu layanan yang berjalan di atas Internet: kumpulan halaman yang saling terhubung dan dibuka melalui browser memakai HTTP atau HTTPS. Email, panggilan video, dan banyak aplikasi di ponsel juga memakai Internet, tetapi tidak selalu melalui web. Jika Internet diibaratkan jaringan jalan raya, web adalah salah satu jenis kendaraan yang melintas di atasnya.

Teknologi Internet juga dipakai organisasi untuk keperluan internal. Intranet adalah jaringan internal yang memakai teknologi Internet tetapi hanya dapat diakses oleh anggota organisasi, misalnya portal pegawai untuk pengajuan cuti, slip gaji, dan pengumuman internal. Ekstranet adalah bagian dari intranet yang dibuka secara terbatas untuk pihak luar tertentu (Laudon & Laudon, 2020). Contohnya, sebuah pabrik memberi akses kepada pemasok bahan baku untuk melihat jadwal kebutuhan bahan, sehingga pemasok dapat menyiapkan pengiriman tanpa menunggu pesanan lewat telepon.

Text Lessons

#1

1.2 Karakteristik dan Elemen Sistem

#2

1.3 Pengertian Sistem Informasi

#3

1.1 Pengertian Sistem

#4

1.4 Sistem Informasi dan Teknologi Informasi

#5

1.5 Komponen Sistem Informasi

#6

2.1 Perbedaan data, informasi, dan pengetahuan

#7

2.2 Karakteristik Informasi Berkualitas

#8

2.3 Nilai Informasi dalam Pengambilan Keputusan

#9

2.4 Contoh Pengolahan Data Menjadi Informasi

#10

3.1 Perangkat keras: input, pemrosesan, penyimpanan, output

#11

3.2 Perangkat Lunak Sistem dan Perangkat Lunak Aplikasi

#12

3.3 Jaringan Komputer dan Internet

#13

3.4 Komputasi Awan dan Perangkat Bergerak

#14

4.1 Organisasi dan Struktur Organisasi

#15

4.2 Tingkatan Manajemen dan Kebutuhan Informasinya

#16

4.3 Peran Sistem Informasi pada Level Operasional, Manajerial, dan Strategis

#17

4.4 Studi Kasus SI pada UMKM

#18

5.1 Konsep Transaksi Bisnis

#19

5.2 Siklus Pemrosesan Transaksi

#20

5.3 Pemrosesan Batch dan Real-Time

#21

5.4 Contoh: Sistem Kasir dan Penggajian

#22

6.1 SIM dan Jenis-Jenis Laporan Manajemen

#23

6.2 Keputusan Terstruktur, Semi Terstruktur, dan Tidak Terstruktur

#24

6.3 Sistem Pendukung Keputusan dan Dashboard

#25

6.4 Perbandingan TPS, SIM, dan DSS

#26

8.1 Sistem Berbasis File dan Sistem Basis Data

#27

8.2 Tabel, Record, dan Field

#28

8.3 Peran DBMS

#29

8.4 Data sebagai Aset Organisasi

#30

7.1 Sistem Informasi untuk Fungsi Pemasaran, Keuangan, SDM, dan Operasi

#31

7.2 Masalah Sistem yang Terpisah-pisah (Silo)

#32

7.3 Gambaran ERP, CRM, dan SCM

#33

9.1 Konsep E-Business dan E-Commerce

#34

9.2 Model B2C, B2B, dan C2C

#35

9.3 Marketplace dan Pembayaran Digital

#36

9.4 Studi Kasus Digitalisasi UMKM

#37

10.1 Sistem Informasi untuk Keunggulan Bersaing

#38

10.2 Model Five Forces dan Rantai Nilai

#39

10.3 Transformasi Digital

#40

11.1 Pengembangan Sistem Informasi

#41

11.2 Pendekatan dalam Pengembangan Sistem

#42

11.3 Penyebab Kegagalan Sistem Informasi

#43

11.4 Keberhasilan Pengembangan Sistem

#44

11.5 Studi Kasus: Sistem Informasi pada Toko Retail

#45

12.1 Etika dalam Sistem Informasi

#46

12.2 Privasi, Keamanan, dan Pelindungan Data

#47

12.3 Ancaman dan Risiko Keamanan Informasi

#48

12.4 Tanggung Jawab dan Profesi Sistem Informasi

#49

12.5 Studi Kasus: Etika dan Keamanan pada Sistem Informasi

View full lessons Check course learning page
Text Lesson 12/49
You are viewing
3.3 Jaringan Komputer dan Internet